Hai sobat bloger…
Seperti kita tahu, media sosial mulai merebak sejak memasuki
abad 21. Media sosial muncul dari Negara-negara maju dari eropa dan sebagian
dari asia. Indonesia negri yang kita cintai sementara masih menikmati
kemudahannya saja, alias konsumtif *termasuk saya.
Namun beberapa waktu ini, kawula muda Indonesia berhasil
membuat media social baru. Penggunanya tentu tidak sebanyak media sosial buatan
asing. Saya suka heran sama orang-orang Indonesia. Kita ini lebih seneng
menggunakan produk asing dari pada produk sendiri. Mungkin perlu dibuatkan
undang-undang bahwa setiap orang wajib membeli minimal 10 produk dalam negri
setiap tahunnya. Selain itu juga harus digalakkan kampanye cinta produk dalam
negri *cintailah produk-produk Indonesia.
Sekarang kembali ke pembahasan. dampak media sosila kepada
anak-anak. Zaman sekarang siapa sih yang tidak punya media social. Emak-emak
saja sudah punya. Anak usia sekolah dasar saja sudah punya. Dampak positifnya
adalah kita dimudahkan dalam berkomunikasi jarak jauh. Namun negatifnya juga
menghawatirkan sekali. Kadang miris sekali saya lihat berita di yang
mengabarkan gara-gara facebook seorang remaja di perkosa, atau bahkan dibunuh
*ngeri sekali.
Setiap kemajuan pasti akan selalu berdampak pada hal-hal
lain. Anak-anak adalah penerima dampak paling besar. Rasa ingin tahu yang besar
tidak diimbangi dengan pengawasan keluarga. Mengakibatkan anak-anak tidak
terkendali. Insting meniru prilaku orang dewasa juga merupakan pemicunya. Dulu istilah
pacaran zaman saya itu semenjak saya usia SMP akhir. Sebelum itu generasi saya
tidak berani untuk melakukannya. Namun sekarang sudah bergeser. Anak SD yang
menurut saya belum pantas untuk pacaran malah sebaliknya sudah ada beberapa
yang mengikrarkan diri mereka sedang pacaran dengan temanya. Diunggah dimedia lagi.
Miris sekali memang melihat generasi sekarang.
Peran orang tua, keluarga dan sekolah lagi-lagi perlu
dipertegas. Tidak bisa dipungkiri pemerintah lewat KPI juga jangan diam saja. Tontonan
yang tidak baik sebaiknya jangan dipertontonkan di jam-jam anak-anak melihat
TV. Orang tua zaman sekarang juga terkadang sering memanjakan anak dengan
berbagai gadget, membiarkan mereka membuat media sosila yang tentunya bukan
untuk usia mereka. Namun saya juga sempat bingung bagaimana cara melarang anak
yang punya kaki punya tangan punya fikiran untuk melarang mereka menggunakan
media sosilal.
Kata kuncinya tentu pada pengawasan dan pendampingan. Orang tua
terutama adalah sosok yang paling besar pengaruhnya tentang ini. Memberikan anak
gatget lebih mentereng sepertinya di zaman ini. Orang tua zaman sekarang memeng
terkesan memanjakan anak meraka. Mungkin disebabkan tingkat ekonomi warga Indonesia
yang mulai meningkat.
No comments:
Post a Comment