Menggambar imajinasi…
Salam perubahan untuk mahasiswa…
Manusia senantisa melakukan perubahan-perubahan yang kecil maupun besar, hal itu merupakan konsekuensi bagi manusia yang senantiasa berfikir. Kita bisa lihat disekeliling, fashion, tren, dan masih banyak yang lain yang senantiasa berubah seiring pesatnya kemajuan zaman.
Namun jauh dari itu. Peradaban baru dimulai saat ditemukan tulisan, kemudian ditemukannya berbagai macam hal, yang kemudian dibuntuti berbagai macam penemuan seperti alat pembayaran, ilmu-ilmu pasti, teknologi dan masih banyak lainnya. Maka tak heran bila kebodohan yang paling buruk adalah kebodohan karena buta tulisan atau huruf
Hal itu, menggelitik saya untuk sedikit memberi wacana betapa kita harus benar-benar membisakan budaya menulis dan menulis menjadi budaya, kenapa pula kita sebagai mahasiswa pada akhir pendidikan harus melakukan sekripsi untuk S1, dan tesis untuk S2. Pernahkah anda sebagai mahasiswa berfikir sampai segitu.
Sebagian manusia dikenang karena jasanya, karena ketenarannya, karena keburukanya dan masih banyak lagi namun lebih banyak manusia dikenang karena tulisannya. Ataupun karena dirinya yang ditulis. Itu saja sepetinya sudah cukup untuk menjawab kenapa menulis adalah sesuatu hal yang penting. Menulis seharusnya sebuah budaya yang menjadi adat untuk orang-orang yang menganggap dirinya berpendidikan, seperti mahasiswa misalnya
Menulis pada dasarnya terbagai menjadi menulis fiki dan non fiksi. Menulis non fiksi yang sering dilakukan oleh orang terpelajar seperti mahasiswa , semoga anda juga termasuk, adalah menulis dengan suatu aturan tertentu yang isinya mengandung fakta dan pemikiran yang bisa dipertanggung jawabkan. Di blitar saya kira belum ada satupun dari kalangan mahasiswa yang mencatatkan namanya dalam sumbangsihnya pada media. Fakta yang belum terbukti ini tentu menjadi sebuah wacana sudahkan blitar sekolah tingginya mencentak penggagas perubahan seperti label mahsiswa itu sendiri.
Menulis itu seperti menggambar imajinasi, apa yang kita pikirkan, apa yang kita angankan kemudian kita rubah menjadi tulisan yang mengandung seni, seni tulis tentunya. Mudah sebenarnya, semudah menggambar pada waktu TK, semuanya bagus hanya yang membedakan mau serius apa tidak. Bagaimana dengan mu…..???
No comments:
Post a Comment