Judul
Pada penelitian ini penulis mengambil judul “Penerapan Teori Discovery Learning (DL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Bangun Datar Pada Siswa Kelas VII MTs Busatanul Ulum Tahun Pelajaran 2011/2012”.
Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting sebagai tolak ukur maju mundurnya suatu bangsa, sehingga memperbaiki kelemahan dari pelaksanaan pendidikan sebagai upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia merupakan hal yang diperlukan. Terutama mengenai pendidikan matematika. Pelajaran matematika dari dulu sampai sekarang masih menjadi pelajaran yang dianggap sulit, hal ini merupakan imbas dari banyak hal, diantaranya dari guru, dan metode dalam pembelajaran. Padahal matematika adalah salah satu pelajaran yang penting. Sehingga perlunya penyelesaian dari masalah tersebut
Menurut H.W Fowler dalam pandoyo (1997: 1) “ matematika merupakan mata pelajaran yang bersifat abstrak, sehingga dituntut kemampuan guru untuk dapat mengupayakan metode yang tepat sesuai dengan tingkat perkembangan mental siswa”. Pemahaman konsep yang baik sangat perlu sebagai sarat memahami pelajaran matematika tahap selanjudnya. Dalam kurikulum keterkaitan antara guru, murid, sarana dan prasarana begitu erat.
Guru mempunyai tugas untuk membuat suasana pembelajaran yang efektif dan efesien demi tercapainya tujuan pembelajaran itu sendiri. Namun kadang tuntutan waktu yang membuat seakan guru tutup mata dengan keadaan siswa yang kadang kurang begitu faham dengan konsep dasar. Akibatnya siswa merasa begitu kesulitan dalam pelajaran matematika. Hingga menyebabkan belajar matematika menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan sama sekali. Apabila hal ini terus berlangsung sudah barang tentu kompetensi dasar dan indikator pembelajaran tidak akan dapat tercapai secara maksimal.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran matematika di MTs Bustanul Ulum Minggirsari, pada 5 April 2012, ditemukan beberapa aktifitas siswa dalam kelas selama pelajaran matematika diantaranya, sering izin dengan banyak alasan, tidak konsentrasi dalam belajar, sering tidak mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah, beberapa siswa sering buat gaduh didalam kelas. Metode yang digunakan guru berupa ceramah, terkadang Tanya jawab dan diskusi. Dari beberapa aktifitas yang menggambarkan kurang respon siswa tersebut berimbas pada pelajaran matematika diantaranya pada materi luas bangun datar sebagai contoh pada pengerjaan soal sebagai berikut:
Diketahui luas belah ketupat ABCD sebesar 63 cm2 bila diketahui panjang DB 9 cm, berapakah panjang garis CA?
Dari soal tersebut kebanyakan siswa mengalami kesulitan untuk menjawab lantaran konsep yang awal belum mereka kuasai mereka cenderung mengabaikan soal itu atau tidak menjawab, ada juga yang menjawab menjawab:
63 cm2 = 9 cm x CA, kemudian
PR = 63/9 x 9 = 7
Bila kita perhatikan jawaban yang diberikan tidak tepat seharusnya rumus yang tepat digunakan untuk mencari luas belah ketupat adalah
L = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2. Namun dikarenakan siswa belum begitu faham menegenai konsep awal, siswa menjadi tidak mampu, dan mengerjakan sebisanya.
Akibatnya hasil pembelajaran siswa khususnya kelas VII-B kurang memuaskan karena dari 24 siswa yang nilainya dibawah KKM sejumlah 70%. Hal ini dikarenakan siswa kurang mampu dalam memahami konsep matematika. Hal ini hampir setiap tahun berulang, hal ini begitu mudah diamati saat pendalaman ujian nasional, siswa selalu lemah pada materi bangun datar. Dalam proses pembelajaran pun karena kurangnya pemahaman pada materi membuat anak yang faham semakin faham tetapi yang kurang faham menjadi semakin bingung. Selain itu sekitar 35% siswa dari golongan menengah kebawah, selain itu kontroling dari orang tua juga kurang dikarenakan orang tua merupakan buruh, hal itu tentunya menghambat keberhasilan dari proses pembelajaran.
Setelah proses wawancara dan melakukan pengamatan lebih lanjud. Peneliti mempunyai sebuah hipotesis dan kemudian menarik sebuah kesimpulan, bahwasanya agar proses pembelajaran pada materi konsep luas bangun datar dapat berhasil, guru diharapkan mampu menerapkan model pembelajaran yang tepat dan sesuai, sehingga siswa mampu mengembangkan kemampun dasar yang dimiliki. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ingin mengadakan penelitian tindakan kelas yang berjudul “ Penerapan Teori Discovery Learning (DL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Bangun Datar Pada Siswa kelas VII MTs Busatanul Ulum Tahun Pelajaran 2011/2012”
Rumusan masalah
Dari latar belakang diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar bangun datar pada siswa kelas VII MTs Busatanul Ulum Tahun 2011/2012 ?
Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui Discovery Learning (DL) pada materi luas bangun datar pada siswa kelas VII MTs Bustanul ulum Minggirsari tahun 2011/2012.
Manfaat penelitian
Bagi Peneliti
Merupakan pengalaman yang bermanfaat untuk menemukan suatu tindakan yang tepat guna menjawab permasalahan yang berkembang di kelas.
Bagi Siswa
Memberikan pengalaman belajar yang bervariasi dan menambah daya tarik siswa terhadap matematika sehingga timbul keinginan dari dalam diri siswa untuk belajar matematika lebih giat sekaligus menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan.
Bagi Guru
Dapat menambah wawasan, pengalaman dan ketrampilan guru dalam merancang model pembelajaran matematika yang tepat dan menarik sehingga dapat mempermudah proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Bagi Sekolah
Sebagai tambahan referensi tentang model-model pembelajaran yang dapat diterapkan disekolah sehingga dapat meningkatkan kualitas atau mutu sekolah melalui peningkatan prestasi belajar dan kinerja guru.
Definisi Operasional
Untuk menghindari salah penafsiran istilah, diperlukan penjelasan sebagai berikut:
Penerapan merupakan bentuk perencanaan, pelaksanaan, kontroling, dan evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana Teori Discovery Learning ini evektif digunakan pada pembelajaran kecil.
Discovery Learning adalah model belajar dimana guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau membangun pemahamannya sendiri secara aktif dan mandiri melalui contoh-contoh berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilikinya. siswa belajar atau mendiskusikan suatu permasalahan dalam kelompok dimana guru memberi kesempatan pada peserta didiknya untuk menjadi seorang pemecah masalah (problem solver).
Hasil belajar merupakan skor atau nilai yang diperoleh setelah melakukan kegiatan belajar menggunakan cara yang disiapakan oleh guru.
Peningkatan hasil belajar merupakan bertambahnya atau meningkatnya nilai yang didapat siswa pada saat pembelajaran. Peningkatan ini bisa dilihat dari free tes dan post test yang diberikan pengajar. Kriteria keberhasilan dikatakan naik atau berhasil apabila:
Hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam kategori baik.
Hasil tes evaluasi, yang semula nilainya di bawah KKM 70% meningkat minimal berada pada kategori baik jika sekurang-kurangnya 80% dari keseluruhan siswa mendapatkan nilai ≥65 sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan sekolah.
Ketuntasan klasikal paling sedikit 75% dari jumlah dalam kelas yang telah mencapai ketuntasan individual.
Materi Luas bangun datar yang dimaksud pada materi ini merupakan pengukuran luas bangun-bangun datar pada segitiga dan segiempat.
DAFTAR PUSTAKA
Hamalik,oemar.2008.belajar dan pembelajaran.Jakarta:sinar grafika
Suyitno Amin, Pandowo, Hidayat Isti, Suhito, Suparyan.2000. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran 1.Semarang:Pendidikan Matematika FMIPA UNNES
No comments:
Post a Comment