Kata pengantar
Syukur alhamdulilah kami haturkan sepenuhnya kepada ALLOH yang telah memberikan karunianya kepada kita semua termasuk penulis sehinga, penulis bisa menyelesaikan usulan penelitian ini dengan halangan yang berarti.
Judul pada usulan penelitian ini yakni “Penerapan Teori Discovery Learning (DL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar materi Bangun Datar Pada Siswa Kelas VII MTs Busatanul Ulum Tahun Pelajaran 2011/2012”. Adapun tujuan dari pembuatan proposal penelitian ini sebagai tambahan pengalaman serta sebagai tugas pada meteri metodologi penelitian.
Pada lembar pengantar ini penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya juga ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya, kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penyusunan. Diantaranya kami tujukan kepada:
Bapak M.Khafid Irsadi, S.T, M.Pd selaku dosen Pembina pada mata kuliah metodologi penelitian.
Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberikan kritik dan saran.
Penulis menyadari pada pembuatan usulan penelitian ini masih banyak hal yang perlu diperbaiki, maka dari itu kritikan serta saran dari pembaca merupakn suatu pengharapan dari kami.
Semoga segala hal yang telah penulis tuangkan pada usulan penelitian ini bisa membawa manfaat bagi kita semua. Amin
Blitar, 21 april 2012
Penulis
Halaman pengesahan
Judul penelitian : Penerapan Teori Discovery Learning (DL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Bangun Datar Pada Siswa Kelas VII MTs Busatanul Ulum Tahun Pelajaran 2011/2012
a. mata pelajaran
b. bidang kajian :
: Matematika
Luas bagun datar
peneliti
nama lengkap
NPM
Program studi/jurusan
Lembaga
Alamat
:
:
:
:
:
:
Muhamad Makinudin
09.31.221
Pendidikan matematika
STKIP PGRI BLITAR
Rt 3 rw 5 minggirsari kec kanigoro kab Blitar
Judul
Pada penelitian ini penulis mengambil judul “Penerapan Teori Discovery Learning (DL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Bangun Datar Pada Siswa Kelas VII MTs Busatanul Ulum Tahun Pelajaran 2011/2012”.
latar belakang
Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting sebagai tolak ukur maju mundurnya suatu bangsa, sehingga memperbaiki kelemahan dari pelaksanaan pendidikan sebagai upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia merupakan hal yang diperlukan. Terutama mengenai pendidikan matematika. Pelajaran matematika dari dulu sampai sekarang masih menjadi pelajaran yang dianggap sulit, hal ini merupakan imbas dari banyak hal, terutama karakter guru matematika yang monoton dan kurang mempunyai inofasi. Padahal matematika adalah salah satu pelajaran yang penting. Sehingga perlunya penyelesaian dari masalah tersebut
Menurut H.W Fowler dalam pandoyo (1997: 1) “ matematika merupakan mata pelajaran yang bersifat abstrak, sehingga dituntut kemampuan guru untuk dapat mengupayakan metode yang tepat sesuai dengan tingkat perkembangan mental siswa”. pemahaman konsep yang baik sangatlah perlu sebagai sarat memahami pelajaran matematika tahap lanjud. Dalam kurikulum keterkaitan antara guru, murid, sarana dan prasarana begitu erat.
Guru mempunyai tugas untuk mendesaint pembelajaran demi tercapainya tujuan pembelajaran itu sendiri. Namun kadang tuntutan waktu yang membuat seakan guru tutup mata dengan keadaan siswa yang kadang kurang begitu faham dengan konsep dasar. Akibatnya siswa merasa begitu kesulitan dalam pelajaran matematika. Hingga menyebabkan belajar matematika menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan sama sekali. Apabila hal ini terus berlangsung sudah barang tentu kompetensi dasar dan indikator pembelajaran tidak akan dapat tercapai secara maksimal.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran matematika di MTs bustanul ulum Minggirsari, pada 5 April 2012, ditemukan beberapa aktifitas siswa dalam kelas selama pelajaran matematika diantaranya, sering izin dengan banyak alasan, tidak konsentrasi dalam belajar, sering tidak mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah, beberapa siswa sering buat gaduh didalam kelas. Metode yang digunakan guru berupa ceramah, terkadang Tanya jawab dan diskusi. Dari beberapa aktifitas yang kurang respon siswa tersebut berimbas pada pelajaran matematika diantaranya pada materi luas bangun datar sebagai contoh pada soal sebagai berikut:
Jika diketahui luas belah ketupat ABCD sebesar 63 cm2 bila diketahui panjang DB 9 cm, berapakah panjang garis CA?
Dari soal tersebut kebanyakan siswa mengalami kesulitan untuk menjawab lantaran konsep yang awal belum mereka kuasai mereka cenderung mengabaikan soal itu atau tidak menjawab, ada juga yang menjawab menjawab:
63 cm2 = 9 cm x CA, kemudian
PR = 63/9 x 9 = 7
Bila kita perhatikan jawaban yang diberikan tidak tepat seharusnya rumus yang tepat digunakan untuk mencari luas belah ketupat adalah
L = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2. Namun dikarenakan siswa belum begitu faham menegenai konsep awal, siswa menjadi tidak mampu, dan mengerjakan sebisanya.
Akibatnya beberapa anak mendapat nilai dibawah KKM yang ditetapkan guru, yakni 75. Hal ini hamper setiap tahun berulang, hal ini begitu mudah diamati saat ujian nasional, siswa selalu lemah pada materi bangun datar. Dalam proses pembelajaran pun karena kurangnya pemahaman pada materi membuat anak yang faham semakin faham tetapi yang kurang faham menjadi semakin bingung. Selain itu sekitar 35% siswa dari golongan menengah kebawah, selain itu kontroling dari orang tua juga kurang dikarenakan orang tua merupakan buruh, hal itu tentunya menghambat keberhasilan dari proses pembelajaran.
Setelah proses wawancara dan melakukan pengamatan lebih lanjud. Peneliti mempunyai sebuah hipotesis dan kemudian menarik sebuah kesimpulan, bahwasanya agar proses pembelajaran pada materi konsep luas bangun datar dapat berhasil, guru diharapkan mampu menerapkan model pembelajaran yang tepat dan sesuai, sehingga siswa mampu mengembangkan kemampun dasar yang dimiliki. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ingin mengadakan penelitian tindakan kelas yang berjudul “ Penerapan Teori Discovery Learning (DL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Bangun Datar Pada Siswa kelas VII MTs Busatanul Ulum Tahun Pelajaran 2011/2012”
Rumusan masalah
Dari latar belakang diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar bangun datar pada siswa kelas VII MTs Busatanul Ulum ?
Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui Discovery Learning (DL) pada materi luas bangun datar pada siswa kelas VII MTs Bustanul ulum Minggirsari.
Manfaat penelitian
Bagi Peneliti
Merupakan pengalaman yang bermanfaat untuk menemukan suatu tindakan yang tepat guna menjawab permasalahan yang berkembang di kelas.
Bagi Siswa
Memberikan pengalaman belajar yang bervariasi dan menambah daya tarik siswa terhadap matematika sehingga timbul keinginan dari dalam diri siswa untuk belajar matematika lebih giat sekaligus menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan.
Bagi Guru
Dapat menambah wawasan, pengalaman dan ketrampilan guru dalam merancang model pembelajaran matematika yang tepat dan menarik sehingga dapat mempermudah proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Bagi Sekolah
Sebagai tambahan referensi tentang model-model pembelajaran yang dapat diterapkan disekolah sehingga dapat meningkatkan kualitas atau mutu sekolah melalui peningkatan prestasi belajar dan kinerja guru.
Definisi operasional
Untuk menghindari salah penafsiran istilah, diperlukan penjelasan sebagai berikut:
Penerapan merupakan bentuk perencanaan, pelaksanaan, kontroling, dan evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana teori discovery learning ini evektif digunakan pada pembelajaran kecil.
Discovery Learning adalah model belajar dimana guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau membangun pemahamannya sendiri secara aktif dan mandiri melalui contoh-contoh berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilikinya. siswa belajar atau mendiskusikan suatu permasalahan dalam kelompok dimana guru memberi kesempatan pada peserta didiknya untuk menjadi seorang pemecah masalah (problem solver).
Hasil belajar merupakan skor atau nilai yang diperoleh setelah melakukan kegiatan belajar menggunakan cara yang disiapakan oleh guru.
Peningkatan hasil belajar merupakan bertambahnya atau meningkatnya nilai yang didapat siswa pada saat pembelajaran. Peningkatan ini bisa dilihat dari tes dan evaluasi yang diberikan pengajar. Kriteria keberhasilan dikatakan naik atau berhasil apabila:
Hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam kategori baik.
Ketuntasan individual memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada sekolah tersebut yaitu minimal 75% atau dengan nilai minimal 75.
Ketuntasan klasikal paling sedikit 75% dari jumlah dalam kelas yang telah mencapai ketuntasan individual.
Luas bangun datar merupakan pengukuran luas bangun-bangun datar pada materi ini akan diterangkan materi pada segitiga dan segiempat.
Kajian pustaka
Matematika dan Pembelajaran matematika
Pembelajaran merupakan upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, kemampuan dan kebutuhan peserta didik yang beraneka ragam. Selain itu pembelajaran mengandung makna sebagai proses interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran berlangsung sebagai proses saling mempengaruhi dalam bentuk hubungan interaksi antara guru dan siswa (hamalik,2008:124). Sehingga agar tujuan pembelajaran dapat tercapai , guru harus mampu mengorganisasikan semua komponen yang ada sehingga antara komponen yang satu dengan lainya dapat berinteraksi secara optimal.
Salah satu komponen dalam pembelajaran adalah pemanfaatan berbagai macam strategi dan metode pembelajaran secara dinamis dan fleksibel dengan materi, siswa dan konteks pembelajaran (depdiknas, 2003:1). Sehingga guru dituntut untuk dapat mempunyai fariasi dalam penentuan pembelajaran yang sesui dengan keadaan dikelas.
Pembelajaran dengan teori discovery learning
Bruner meng-implikasikan teori belajarnya dalam model Discovery Learning, yaitu model belajar dimana guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau membangun pemahamannya sendiri secara aktif dan mandiri melalui contoh-contoh berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilikinya. Suprijono (2009: 25) dengan mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan, anak akan lebih mudah memahami materi yang harus dikuasainya. Di sini guru harus memberi kesempatan pada peserta didiknya untuk menjadi seorang pemecah masalah (problem solver), ilmuwan atau ahli matematika. Jadi guru harus menciptakan situasi dimana peserta didik dapat belajar sendiri secara mandiri dan percaya diri mengikuti minat mereka sendiri untuk mencapai kepuasan dari keingin tahuan mereka. Mereka harus didorong agar mempunyai pengalaman dan menemukan prinsip dan konsep bagi dirinya sendiri. Untuk itu diperlukan penelitian langsung dan merasakan sendiri pengalaman belajarnya sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat menghasilkan ingatan jangka panjang serta mempunyai efek transfer yang lebih baik.
Langkah-lagkah Penerapan Discovery Learning
Gilstrap & Scuhman (dalam Suryosubroto, 2002: 194) menjelaskan bahwa langkah-langkah metode penemuan dapat disimpulkan sebagai berikut:
Identifikasi kebutuhan siswa.
Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep dan generalisasi yang akan dipelajari.
Seleksi bahan, dan problema/tugas-tugas.
Membantu memperjelas.
Tugas/problema yang akan dipelajari.
Peranan masing-masing siswa
Mempersiapkan setting kelas alat-alat yang diperlukan.
Mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan dan tugas-tugas siswa.
Memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan.
Membantu siswa dengan informasi/data, jika diperlukan oleh siswa.
Memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses.
Merangsang terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa.
Memuji dan membesarkan siswa yang bergiat dalam proses penemuan.
Membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya.
Kelebihan dan Kelemahan Discovery Learning
Gilstrap & Scuhman (dalam Suryosubroto, 2002: 200) menyatakan bahwa adapun kelebihan dari discovery learning adalah sebagai berikut:
Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan.
Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri.
Metode ini menyebabkan siswa mengarah sendiri cara belajarnya, sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar, paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus.
Membantu perkembangan siswa menuju skeptisisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak.
Selain kelebihan discovery learning juga mempunyai kekurangan. Adapun kekurangannya adalah sebagai berikut:
Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori, atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu.
Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudah bisa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional.
3. luas segitiga dan segi empat
a. luas segiempat
1) luas persegi panjang
Berapa banyak satuan pada persegi panjang ABCD dibawah ini? Banyaknya persegi satuan tersebut dapat menunjukkan luas persegi panjang ABCD. Pada persegi panjang ABCD dibawah terdapat 18 persegi satuan.
Gambar 1
Jadi luas persegi panjang ABCD adalah 18 satuan luas. Coba kalian hitung banyaknya persegi satuan pada sisi panjang terdapat 6 satuan luas, pada sisi lebar terdapat 3 satuan luas. bila persegi satuan pada sisi panjang dan pada sisi lebar kita kalikan, hasilnya sama dengan 18 persegi satuan.
Dengan demikian dapat disimpulkan jika panjang persegi adalah P satuan dan lebar persegi adalah l satuan serta luasnya dinyatakan dalam L satuan luas. makaluas persegi panjang sama dengan hasil kali panjang dan lebar, bila ditulis sebagai berikut:
L = pxl
Jadi luas persegi panjang dirumuskan dengan L = pxl
Luas persegisegi satuan
Gambar dibawah ini menunjukkan banyaknya persegi satuan pada persegi ABCD. Banyaknya persegi ABCD adalah 9 satuan luas
Gambar 2
Banyaknya persegi satuan menunjukkan luas persegi ABCD, maka luas persegi ABCD adalah 9 satuan luas. jika persegi memiliki panjang sisidengan lambing s dan luasnya adalah L, maka luas persegi tersebut dapat dirumuskan sebagai kuadrat panjang sisinya yaitu:
L = s x s =s^2
Jadi luas pesegi dirumuskan dengan L = s^2
Luas jajar genjang
Untuk memahami dan mencari luas jajar genjang, perhatikan gambar jajar genjang KLMN dibawah ini:
Gambar 3a Gambar 3b
Pada gambar diatas terlihat titik K berhimpit dengan titik L sedangkan titik N berhimpit dengan titik K dan titik O berpindah menjadi titik O’, maka jajar genjang KLMN berubah menjadi persegi panjang OO’KN.
Karena jajjar genjang dapat dirubah ke bentuk persegi panjang, maka luas jajar genjang sama dengan luas persegi panjang. Jika salah satu sisi disebut alas dan sisi yang lain disebut tinggi, maka luas jajargejang tersebut adalah alas x tinggi.
Pada gambar 3a luas jajargenjang KLMN = KL x NO, sehingga dapat dirumuskan luas jajargenjang merupakan perkalian panjang alas dan tinggi, ditulis:
L = alas x tinggi
Luas belah ketupat
Bagaimana cara menentukan luas belah ketupat? Perhatikan gambar dibawah ini!
BuatOP 2 pasang garis masin-masing sejajar diagonal-diagonal belah ketupat PQRS, misalnya KL//QS//NM. KL melalui titik P, sadangkan NM melalui titik R. KN//PR//LM, KN melalui titik S, sedangkan LM melalui titik Q sehingga terbentuk persegi panjang KLMN.
Terlihat luas belah ketupat PQRS adalah setengah kali luas persegi panjang KLMN. Dari gambar diatas terlihat bahwa:
∆ PKS≅∆PLQ≅∆RNS≅∆RMQ≅∆SOP≅∆QOP≅∆SOR≅∆QOR (≅ artinya kongruen/sama dan sebangun)
Luas belah keupat PQRS = 1/2 x luas persegi panjang KLMN
= 1/2 x KL x LN
= 1/2 x QS x PR
Sehingga dapat dirumuskan bahwa luas belah ketupat adalah setengah perkalian panjang kedua diagonalnya. Dapat ditulis sebagai berikut:
L = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2
Luas trapezium
DAFTAR PUSTAKA
Suyitno Amin, Pandowo, Hidayat Isti, Suhito, Suparyan.2000. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran 1.Semarang:Pendidikan Matematika FMIPA UNNES
Hamalik,oemar.2008.belajar dan pembelajaran.Jakarta:sinar grafika
No comments:
Post a Comment