Berbagi Itu Indah

Berbagi Itu Indah

Friday, January 18, 2013

mendidik bukan membidik


Sejak kecil saya bercita-cita menjadi guru. Bagi saya guru itu seorang contoh yang baik, guru itu orang mulia, semua orang akan menghormati bila ada yang mengaku berprofesi sebagai guru. Seiring berjalannya waktu karena saya diletakkan dari keluarga yang tidak begitu mampu, cita-cita saya berubah. Saya ingin jadi pegawai kantor, semakin dewasa saya ingin menjadi artis(penyanyi) lantaran keseringan nonton M-TV.  Namun semakin dewasa menjadi guru adalah prioritas bagi saya.
Niat menjadi guru, ternyata merubah saya dari pekerja keras untuk mencari uang sebagai pemenuh kebutuhan menjadi bekerja keras untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Merubah saya yang senang dengan keteneran, keglamoran dan intertain menjadi semakin mencintainya, bukan untuk saya sendiri tapi untuk bisa dicontoh sebagai prestasi, “guru-digugu dan ditiru”.
Disuatu ketika teman saya pada semester 7 berbincang-bincang tentang kemungkinan yang terjadi setelah kami lulus dari STKIP PGRI di salah satu kota. Dia mengatakan lebih baik jadi mandor atau jadi pedagang, kemudian saya tertarik untuk bertanya, “kenapa kook begitu?”. Dia mengatakan jadi guru itu ibarat jadi babu. Dengan pekerjaan yang berat(amanat yang di emban ), harus begini harus begitu, tak sebanding dengan gaji yang diperoleh. Kalau kita jadi wirausaha kita bisa mengatur kita mau dapat uang berapa, dan tentunya pekerjannya berbanding lurus dengan penghasilannya. Saat itu saya telah menjadi pengajar di sekolah tingkat dasar. Tentu saya geram, saya pendidik dengan iklas, walaupun memang tidak saya pungkiri gaji memang sangat penting untuk kesejahteraan,  saya  mengatakan pada teman saya waktu itu, pekerjaan mendidik itu bukan semata mencari uang, seperti para anggota dewan yang buang uang untuk kampanye dengan tujuan arahnya menikmati uang rakyat untuk dirinya sendiri, setelah itu bersembunyi dibalik uang dan ketakuatan akan rahasia boroknya, kami bukan seperti itu.
Setelah diam dan berdiskusi didalam pikiran, saya mengatakan “mendidik itu bukan membidik”.

Apakah anda pendidik, atau calaon pendidik,sedikit semoga bisa menginspirasi.

No comments:

Post a Comment