Berbagi Itu Indah

Berbagi Itu Indah

Saturday, April 13, 2013

ujian nasional itu sepert apa sih...

sudah menjadi kebiasaan kalau mau ujian nasional semua sekolah pasti padaribut-ribut, entah itu meakukan pendalamn materi, nyiapin mental peserta didik, persiapkan data-data peserta didik, sampai mempersiapkan contekkan untuk peserta didik.. (upps maaf kalau salah). pendidikan sekarang ini lebih menekankan pada pencapaian hasil yang seragam dari pada pencapain hasil yang beragam, mungkin memeng tujuan dari kementrian pendidikan baik, dengan adanya standar yang sama dengan pendidikan, namun terlepas dari itu semua realita yang ada karakter penggiat pendidikan terutama sekolah saat ini benar-benar ironi, berlombanya malah seputar bagaimna nama baik sekolahnya bisa dipertahankan.
Sepanjang pelaksanaan Ujian Nasional, banyak mencuat masalah ke permukaan, Misalnya kasus contek massal, pembocoran soal UN, kasus joki, jual beli soal, dan serangan fajar.
Pangkal persoalannya, “terlanjur” pemerintah menetapkan UN sebagai penentu kelulusan, jika awalnya UN sebagai penentu 100 persen, kini hanya berlaku 60 persen, 40 persennya ditentukan oleh nilai sekolah (Ujian Sekolah).
Bukannya tambah baik, yang muncul justru adalah “mark up” gila-gilaan nilai Ujian Sekolah. Walhasil banyak dijumpai nilai siswa yang benar-benar ajaib. Nilai raport didongkrak sedemikian rupa, hasilnya seperti Anda lihat.
Ada tudingan UN sekadar “proyek” miliaran rupiah, jadi tidak setulus hati untuk memajukan pendidikan, jika tokh UN untuk pemetaan, faktanya sejauh ini tidak ada pemetaan yang dipublikasikan kepada publik perihal kemajuan pendidikan nasional. Sejauh ini yang selalu dilaporkan adalah persentase kelulusan yang selalu “bagus” di atas 90 persen.
Fakta lain yang mencemaskan adalah efek domino UN yang berdampak psikologis kepada anak. Di lapangan karena UN begitu “menakutkan” acapkali ditanggapi berlebihan oleh guru maupun siswa, tak ayal berbagai siasat dan strategi menyukseskan UN menyeruak seperti karantina dan doa bersama (mujahadah). Yang menggelisahkan saya, alih-alih membuat siswa senang, yang terjadi justru ditemukan siswa yang histeris, pingsan, bahkan kesurupan saat doa bersama.

wah-wah... sungguh ironi bukan.. ahh... terserah anda mau berfikir seperti apa... semoga indonesia semakin maju pendidikannya... amin

No comments:

Post a Comment