Berbagi Itu Indah

Berbagi Itu Indah

Sunday, January 12, 2014

Kenapa matematika itu dianggap sulit?



Sebagai mantan pelajar,saya tentu tidak heran bila ada pendapat yang mengatakan bahwa pelajaran matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Kebanyakan bahkan megangap momok terhadap pelajaran ini. Pada waktu dulu saya menjadi pelajar (siswa) belum pernah terpikirkan sama sekali kenapa pelajaran matematika itu dianggap sulit, setelah menekuni ilmu pendidikan diperkuliahan akhirnya saya sadar pasti ada sesuatu yang menjadi penyebabnya.
Setelah melakukan beberapa pengamatan akhirnya saya mendapat jawaban yang logis. Salah satu penyebab sulitnya ilmu eksak adalah perbedaan daya tangkap otak masing-masing siswa. Kita ketahui bahwa otak manusia dibagi menjadi dua bagian, yakni otak kanan dan otak kiri. Masing masing otak mempunyai tugas berbeda. Otak kanan berfungsi untuk menangkap hal yang berhubungn dengan warna, strategi, keatifitas, emosi, musik dan suasana. Sedangkan otak kiri berfungsi untuk menangkap informasi berupa angka, urutan, analisis, sruktur, bahasa, dan hitungan. Dari perbedaan itu saja sudah bisa menjelaskan bahwa siswa yang kesulitan terhadap pelajaran matematika adalah mereka yang dominan menggunaan otak kanan.
Meski demikian tentu ada beberapa hal lain yang menyebabkan matematika dianggap sulit. Diantaranya adalah metode pembelajaran yang tidak tepat. Guru cenderung menggunakan metode yang membosankan dan tidak berfariatif. Apalagi bila guru yang mengajar terkenal galak,maka sudah bisa dipastikan matematika menjelma menjadi pelajaran yang sangat dibenci dan tidak harapkan oleh siswa.
Dari penjelasan diatas tentu bisa disimpulkan bahwa ada dua hal yang menyebabkan matematika dianggap sulit, yang pertama memang dari dalam diri siswa sendiri, terutama mengenai penerimaan materi dikarenakan dominasi salah satu otak. Hal ini sebenaranya bisa diatasi dengan melakukan pelatihan agar kedua otak bisa bekerja dengan seimbang. Namun hal itu bukanlah hal yang bisa dipastikan, pertimbanganya adalah kecerdasan atau kemapuan otak itu dipengaruhi oleh banyak hal diantaranya adalah lingkungan keseharian dan genetika.
Kedua dari faktor eksternal yakni dari guru dan cara guru menerangkan materi matematika. Cara mengetasi perasalahan ini ya tentu saja dengan merubah metode menjadi lebih berfariatif dan membuang jauh persepsi bahwa setiap guru matematika itu galak.
Sebenarnya tentu masih banyak hal yang perlu dibahas dalam artikel sederhana ini. Intinya dari apa yang saya tulis adalah bahwa perlu adanya kesadaran dari diri pengajar sebagai pemegang kendali dalam proses pembelajaran anak. Sebagai guru tentu harus lebih jeli lagi menghadapi permasalahan siswa terutama mengenai pemahaman siswa, perlunya fariasi dalam penyampaian materi dan aplikikasinya disesuaikan dengan kemampuan siswanya. Matematika itu bukan pelajaran sulit namun akan menjadi sulit bila siswa tidak bisa menangkap penjelasan dari gurunya.

No comments:

Post a Comment