Kentut...
hayo siapa yang kentut....
ngomongin masalah kentut tentu sebagian orang akan mengatakan itu hal yang jorok dan tidak sopan,
sebagian
lain mengatakan ngomongin kentut itu tidak baik. Akhirnya kebanyakan
kejadian siapapun yang kentut maka akan sengaja menutupinya. Lantaran
secara sosial katanya itu sangat tidak etis.
Mungkin memng benar
secara ilmu sosial hal itu adanya. Bahkan ada sebagian yang
mengklasifikasikan kegiatan kentut dengan kepribadian, misalkankan (yang
pernah saya baca) orang yang kentut lalu menuduh orang lain yang kentut
itu menandakan orang itu suka menutupi aibnya sendiri, dan suka
menyalahkan. ada lagi orang yang kentut yang ditahan-tahan dan akhirnya
keluar dengan suara yang bersautan itu tandanya orangnya pelit, dan lain
sebagainya. namun setelah saya usut, karena latar belakang saya adalah
orang eksak. ternyata kentut itu secara ilmiah berasal dari gas dalam
usus. Gas dalam usus
berasal dari udara yang kita telan, yang menerobos ke usus dari darah,
gas dari reaksi kimia & gas dari bakteri dalam perut. sebenarnya,
ketut membawa kebahagiaan untuk orang lain dan diri kita
sendiri. Seperti kata dokter, kalau kita tidak kentut berarti ada suatu
masalah ditubuh kita, terbukti membahagiakan kan kalau kita bisa kentut?
Adapun ternyata kandungan dalam kentut itu Bervariasi.
Makin banyak udara Anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut
(oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus).
Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus
menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana &
hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang Anda makan,
berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita
menahan kentut. Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi
nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding
usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih
banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen. (Makanya
jangan suka nahan kentut).

No comments:
Post a Comment