Bicara masalah waktu dan keputusan bagaikan membicarakan antara buang
air besar dan WC dalam artian hubungan jelas hubungan sangat erat,
namun sebenarnya bisa disiasati. Pasti kita semua pernah berada disuatu
masa dimana kita harus memutuskan sesuatu yang genting dan waktunya
terbatas. Memang sulit sekali sepertinya mengambil keputusan besar namun
waktunya terbatas. seakan mau BAB namun WC nya dipakek orang, kalau
keputusan salah bisa-bisa kita akan menyesal setelah keputusan itu kita
realisasikan.
Sebagian orang yang tidaksuka dengan resiko akan
jadi orang peragu yang tentuny angat tidak enak berada didekat orang
peragu, bayangkan saja saat kita bersama dia saat mau memutuskan untuk
makan siang misalnya da akan bilang
"wahh gimana ya... makan siang apa tidak enaknya saya kok ragu ya"
seleng
beberapa detik belum ada keputusan, selng beberapa menit kita masih
sabar menahan cacing diperut demo namun bila si pergau belum memutuskan
setelah satu jam mungkin saya sarankan sebaiknya si peragu gak usah
diajak lagikalau mau makan dari pada kamu pingsan sendiri menunggunya.
Sebagian
orang lagi yang selalu menjujng tinggi semakin cepat semakin baik akan
selalu memutuskan dengan secepat kilat menayambar. misalnya dala suatu
kejadian saat kamu dansicepat mau ada acara saat itu kamu naik kendaran
bersamanya, di waktu lampu merah dia bilang begini
"terobos aja lampunya semakin cepat semakin baik"
"....." anggap saja kamu melongo karena kamu gak nyetir.
selang
beberapa waktu ada suara sirine polisi dibelakang yang sepertinya
mengejar orang yang menerobos lampu merah. mendengar itu temanmu bilang
"biarin aja kita anggap dia motifasi kita untuk semakin cepat semakin baik"
"...." dan sekali lagi anggap saja kamu melongo di polres
yah begitulah kiranya kalau kita ngomongin masalah "waktu dan keputusan". percaya
atau tidak saya yakin semua orang bijaka akan menyarankan kita untuk
jangan tergesa-gesa dalm mengambil keputusan. kita harus bijak dalam
mengambil keputusan, kita harus banyak menimbang bila harus mengambil
keputusan, dan lainya. namun untuk kasus BAB dan WC serta si cepat dan
polisi diatas mungkin ada tolerans untuk tidak mengikuti pendapat orang
bijak.
akhirnya semoga tulisan ini bisa bermanfaat.
No comments:
Post a Comment