Sayangnya kita tidak bisa mengelak bahwa kita tidak bisa
hidup sendiri. Si tarzan pun ternyata dikisahnya butuh seorang untuk
mendampinginya. Jadi boong sekali bila ada orang yang teriak-teriak kalau ingin
hidup seorang diri mungkin dia kategori orang alay.
Bila kita sudah benar-benar yakin bahwa kita selalu hidup
bersama orang lain. Hal yang perlu dipikirkan selanjutnya yakni tidak mudah
menerima keputusan ditengah masyarakat yang tidak sesuai harapan kita. Apalagi
orang indonesia yang sangat menjujnjung tinggi sila ke 4 yakni permusyawaratan.
Pernahkah kamu mengusulkan sesuatu yang menurutmu sangat
gemilang, namun bagi seorang yang sangat penting sebagai pengambil keputusan malah
menolaknya. Pernahkah kamu mengeluarkan ide kepada orang lain namun idemu malah
tidak dihiraukan. Pernahkah kamu kalah bicara. Pernahkah kamu tidur saya rasa
kalau tidur semua mufakat menjawap pernah. Menerima keputusan yang tidak kita
inginkan memang hal yang berat, sayangnya saya sering mengalaminya.
Setelah melewati telaah yang sangat dalam, rasa berat
menerima keputusan yang tak berpihak kepada kita disebabkan oleh kurangnya jiwa
besar. Kebanyakan orang yang usulnya tidak digubris akan ogak melakukan usulan
lain yang tidak sesui dengan usulanya. Kalau kamu tidak pernah paling tidak
sayalah yang pernah. Pernah saya berfikir bahwa mungkin enak sekali bila saya
tidak pernah punya ide lalu hanya mengerjakan ide orang lain saja. Enak sekali
tentunya karena kita tidak perlu mikir terlalu banyak. Namun setelah saya
fahami ternyata hanya orang malas yang seperti itu. Saya jelas tidak mau
seperti itu dan pastinya kamu juga kan.
Konsekuwensinya tentu sering sakit hati. Namun setidaknya
banyak hikmah yang bisa diambil. Terlepas dari apapun hal yang lain, rasa sakit
hati karena pendapat kita tidak dihiraukan akan membuat kita sadar bahwa orang
lain akan merasakan hal yang sama bila pendapatnya tidak dihiraukan
So... mulailah belajar berjiwa besar dan belajar untuk
menghargai seluruh pendapat orang lain.
No comments:
Post a Comment