Berbagi Itu Indah

Berbagi Itu Indah

Monday, March 30, 2015

Penyebab penyakit moderen

Manusia di zaman ini mulai dihantui dengan berbagai penyakit. Baik penyakit yang sudah lama ada sampai penyakit keluaran terbaru. Seperti halnya ilmu pengetahuan penyakitpun mengalami kemajuan yang pesat. Semaki canggih ilmu kedokteran semakin parah pula penyakit yang bermunculan. Tentunya hal itu wajar lawong Alloh menciptakan sesuatu di dunia ini selalu berpasang pasangan. Misalnya malam dengan siang, pagi dengan petang, baik dengan jahat, hitam dengan putih, aku dengan kamu *kamu siapa? Maklumlah saya kan jomblo mungkin aja ada pembaca yang jomblo juga;-)
Baru-baru ini presenter top olga saputra telah meninggal dunia. Nama penyakitnya adalah meningitis. Penyakit ini terjadi karena peradangan di area selaput otak. Untuk lebih jelasnya silahkan googling aja ya... Semakin banyaknya penyakit di sebabkan karena dua hal. Yang pertama adalah makanan. Makanan zaman sekarang semua menggunakan penyedap rasa, hampir sulit sekali kita temukan makanan yang tidak menggunakan penyedap rasa, menjamurnya makanan cepat saji juga berpengaruh terhadap makanan. Tak hanya itu pola makanan yang tidak terkontrol jumlahnya juga ternyata berpengaruh terhadap kesehatan.
Sedangkan penyebab penyakit yang berikutnya adalah pola fikir. Stres dan terlalu serius bekerja afdalah beberapa penyebab bersarangnya penyakit di tubuh. Galau, risau dan aktifitas lain yang menggunakan fikiran juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuh.
Orang jaman dulu itu makanannya yang alami, yang difikirkan juga tidak serumit jaman sekarang makana orang dulu terkenal mempunyai kesehatan yang luar biasa. Buktinya!!! Umur mereka jauh lebih pajang dari pada orang jaman sekarang.
So apapun penyakitnya jangan sampai yang sakit hatinya. Karna sesehat apapun kalau hatinya sakit pasti ikut sakit pula.  Bila fisiknya sakit bila hatinya sehat masih bisa diharap-harap kesehatanya.
Semua terlanjur hatinya, makanya sampai cita citata menyyikan sebuah lagu sakitnya th di sini *sambil nunjuk dada yang masutnya menunjuk hati walaupun secara biologis organ salah.
Saya hanya bisa pesan kepada diri saya sendiri semoga saya dijauhkan dari yang namnya sakit hati, karena sakit hati lebih kejam dari pada sakit panu *maksudnya penyakit model terpanu eh salah lahi.
Pokoknya gitu dah....
Hati2 membacanya nanti terpleset ehhh salah lagi... Udah ah...

No comments:

Post a Comment