| foto Diambil para Seleksi Lomba KIM Nganjuk |
Salah satu fenomena yang diakibatkan penggunaan sosial media adalah budaya "Selfie". Baru-baru ini ada berita menggemparkan di dunia nitizen juga di dunia nyata. Terjatuhnya pendaki gunung yang selfi di salah satu puncak merapi. Kalau sudah gini apakah pemuda akan berhenti bermain selfi. Saya fikir tentu tidak. Selfi sudah menjadi bagian dari kehidupan sebagian remaja yang labil. Maaf saya mengatakan labil para selfier. Para selfier rela mengambil moment yang bahagia, Sedih, Bahaya, Beresiko, dan posisi-posisi aneh lainya. Kebanggan datang dari para selfier ketika gaya yang mereka pamerkan diberi Like atau coment para viewernya.
Belakangan ada lagi fenomena foto yang sering disebut "Groufie". Foto Groufie merupakan foto bersama namun diambil dari posisi selfie. Posisi Selfie sendiri identik dengan memfoto diri sendiri menggunakan kamera (jadi ada salah satu bagian tubuh yang fungsinya mengoprasikan ponsel/kamera.
Terlepas dari jenis pengambilan foto dan namanya yang harus diingat adalah jangan samapi membahayakan. Jika menilik kasus yang beberapa waktu ini tersiar tentu kita harus berfikir berkali-kali untuk melakukan selfi maupun Groufie terutama di tempat-tempat yang berbahaya.
Ok... Faham kan????
kalau di tanya pendapat saya tentang fenomena foto selfie maupun grufi saya akan menjawab, bahwa saya lebih senang berfoto dengan posisi Groufie dari pada selfie. Karena bagi saya Selfie merupakan aktifitas yang konyol sekali. Ok gitu aja semoga bermanfaat....
catatan : saya rasa saya belum pernah melakukan selfie... aneh saja bayanginya apalagi melakukanya... kalau ingin foto sendirian ya harus di fotoin orang hehehhe...
No comments:
Post a Comment