"Kembali ke zaman batu....." kalimat itu yang digambarkan sebagian orang tentang mulai ramenya akik di masyarakat. Fenomena demen batu akik memang belakangan menjadi trending topik. Kok bisa batu dijual sampai jutaan. Kok bisa batu kayak gitu sampai menggeser uang belanjaan istri, bahkan ada yang sampai rela menjual sapi. Namun bukan sensasi namanya bila tidak terjadi permasalahan.
Yang dinilai dari akik bukan sekedar batu yang tembus sinar. Yang dinilai dari akik itu adalah seninya. Seni membuatnya, dan seni memamerkan brand, seni mempengaruhi orang, seni untuk menjadikan sesuatu yang biasa jadi istimewa, dan seni mensugesti (dan seni-seni lainya, pak mi_seni tidak termasuk hahaha)
Saya kebetulan berada dilingkungan orang pecinta akik. Betapa luar biasanya ketika jemari melingkar akik. Ada yang senang dengan akik ukuran kecil ada juga yang senang dengan akik ukuran jumbo. Ada suatu kebanggan tersendiri tentunya ketika akik yang dipakek diperhatikan orang. Kalau gak diperhatikan ya harus berusaha biar diperhatikan. Disinilah seni memamerkan diterapkan. Asal jangan pas sholat aja pamernya.
Batu akik itu juga sebenarnaya tidak buruk amat. Batu akik kan juga bisa digunakan untuk menyerap penyakit. Ada beberapa batu yang bisa digunakan untuk mengeluarkan jenis penyakit tertentu. Secara ilmiah saya sih belum tau kebenaranya. Namun dari mulut ke telinga trus ke mulut lagi terus ketelinga lagi sepertinya benar adanya. Disinilah seni mensugesti mulai terlihat.
Secara ekonomis tentunya indonesia patut berbangga karena hadirnya batu akik. Ada ratusan juta uang yang beredar karena transaksi akik diseluruh nusantara. Ada banyak pengangguran yang menjadi pedagang dan pengrajin akik. Ada pula banyak pegawai yang bolos kantor karena bincang2 tentang akik. Ada banyak tender yang ACC karena akik. Ada pula anak SD yang dijarinya melingkar akik, kan keren. Disinilah seni mengistimewaan akik dipraktekkan.
Akik digolongkan kedalam batu mulia. Bila niat hati merauk keuntungan dari akik dengan cara mempertahankan transaksi akik di nusantara, tentu itu baik sekali. Karena saya yakin penjual akik rajin sedekah, penjual akik gak pernah menggunakan uangnya untuk minum-minuman, tentu saja hal itu baik sekali. Karena sesungguhnya semua tergantung niatnya.
Jayalah akik nusantara...
No comments:
Post a Comment