Berbagi Itu Indah

Berbagi Itu Indah

Thursday, September 24, 2015

IDUL QURBAN : Qurban apa engkau hari ini??



Apa yang terlintas di benakmu ketika hari Raya Idul Adha tiba???. Sebagian ada yang langsung berfikir tentang liburan, eheheh...sebagian lain berfikir tentang kambing atau sapi. Yang agak ekstrim berfikir tentang pembantaian dan mutilasi hewan qurban eheheheh...
Apapun itu, yang jelas hari idul qurban merupakan hari raya yang penuh dengan pembelajaran. Dimana keiklasan di pertaruhkan, pengorbanan di junjung tinggi, gotong royong di elu-elukan, fakir miskin digembirakan.
Keiklasan di pertaruhkan, yaiyalah... bukankah berkurban mengajarkan kita untuk iklas. Iklas menggunakan harta untuk memberi. Iklas untuk tidak memakan apa yang telah diberikan kepada sesama. Dipertaruhkan untuk tidak ada rasa bangga dan sombong. Disitulah hal yang paling sulit bukan?
Pengorbanan di junjung tinggi, Bagaimanapun semua orang bisa ber-Qurban. Semua orang bisa berderma. Tinggal kesadaran untuk ber-Qurban ada apa tidak. Maka merekalah yang dengan tulus ber-Qurban adalah mereka yang dijunjung tinggi drajatnya di dunia serta di sisi Tuhanya.
Gotong royong di elu-elukan, Hari raya Qurban adalah hari dimana warga kampung kompak membantu proses penyembelihan di Mushola ataupun Masjid. Gotong royong yang bagi orang kota dianggap ribet. Gotong royong yang dianggap buang waktu. Adapun yang menggap adalah mereka yang tidak pernah merasakan rasanya kerjasama, rasanya bersama dalam canda tawa.
Dihari qurban ini Fakir miskin digembirakan. Setidaknya setahun sekali warga fakir miskin bisa makan daging. Setidaknya setahun sekali mereka menikmati makanannya orang kaya. Bagi kamu yang menjadi orang kaya juga ikut merasakan bagaimana rasanya sakit darah tinggi karena kebanyakan makan daging  kambing eheheh...
Makna terpenting dari perayaan hari raya Idul Adha/Idul Qurban bisa kalin baca sendiri. Makna bagi saya sendiri di hari yang besar ini adalah bahwa ada hikmah yang bisa kita ambil dari apa yang kita berikan. Ber-Qurban bisa menggunakan harta kita. Bagi yang tidak berharta ada hal yang masih bisa dilakakun, misalnya membantu sesama dengan tulus tanpa imbalan atau Memanfaatkan waktu untuk tidak menjadi sia-sia atau malah berbuat sesuatu untuk menginspirasi hal yang baik bagi orang lain. Apapun itu... apapun qurbanya... apapun wujud iklasnya... jangan pernah engkau mengorbankan perasaanmu... karena perasaanmu tidak cukup syaratnya untuk diqorbankan...
Sekian...

No comments:

Post a Comment