Berbagi Itu Indah

Berbagi Itu Indah

Sunday, December 20, 2015

Filosofi mencabuti rumput



Sore ini saya tidak ada kesibukan. Hari minggu memang saya rencanakan untuk bersantai menikamti suasana rumah. Maklum saja walaupun setiap hari dirumah. Jarang rasanya saya bias dengan nikmat mengamati dan menikamti keadaan rumah saya. Bukan sok sibuk ya memang pas hari lain konsen di pekerjaan saja.
Aktifitas hari ini saya putuskan untuk mencabut rumput liar didepan rumah. Pekerjaan ini bukan pekerjaan baru bagi saya. Karena beberapa minggu yang lalu saya melakukanya juga. Bahkan setiap bulanya rutin saya lakukan. Rumput liar memang mengagumkan. Walaupun sudah saya cabut tetep saja tumbuh lagi. Saya sengaja tidak saya potong karena kalau dipotong jelek hasilnya.
Kembali bahas rumput liara yang luara biasa tadi. Di tengah saya sedang mencabut terlintas di benak saya, bahwa rumput liar sama seperti dosa. Sesering apapun manusia memperbaikinya sesering itu pula dosa tumbuh lagi. Analogi rumput ini tentunya bias di benarkan. Kita sering mendengar istilah manusia tempatnya salah dan lupa (sepertinya ini hadist). Manusia diibaratkan tanah, sementara dosa di ibaratkan rumput/tanaman liar. Jadi sudah barang tentu selalu akan tumbuh lagi walupun sudah di cabut dengan sering.
Saya bukanlah manusia dengan banyak pahala. Saya manusia biasa yang bernafsu, punya khilaf namun saya ingin doa saya semua dikabulkan, saya manusia yang meminta semua keinginan saya terpenuhi. Memang saya sadar, bagaimana Alloh akan mengabulkan bila saya saja masih banyak dosa.
Ah sudahlah. Semoga saja kita semua bisa menjadi manusia yang baik. Dan dipantaskan menjadi manusi yang layak dikabulkan doanya amin.

No comments:

Post a Comment