
Sore ini saya tidak ada kesibukan. Hari minggu memang saya
rencanakan untuk bersantai menikamti suasana rumah. Maklum saja walaupun setiap
hari dirumah. Jarang rasanya saya bias dengan nikmat mengamati dan menikamti
keadaan rumah saya. Bukan sok sibuk ya memang pas hari lain konsen di pekerjaan
saja.
Aktifitas hari ini saya putuskan untuk mencabut rumput liar
didepan rumah. Pekerjaan ini bukan pekerjaan baru bagi saya. Karena beberapa
minggu yang lalu saya melakukanya juga. Bahkan setiap bulanya rutin saya
lakukan. Rumput liar memang mengagumkan. Walaupun sudah saya cabut tetep saja
tumbuh lagi. Saya sengaja tidak saya potong karena kalau dipotong jelek
hasilnya.
Kembali bahas rumput liara yang luara biasa tadi. Di tengah
saya sedang mencabut terlintas di benak saya, bahwa rumput liar sama seperti
dosa. Sesering apapun manusia memperbaikinya sesering itu pula dosa tumbuh
lagi. Analogi rumput ini tentunya bias di benarkan. Kita sering mendengar
istilah manusia tempatnya salah dan lupa (sepertinya ini hadist). Manusia diibaratkan
tanah, sementara dosa di ibaratkan rumput/tanaman liar. Jadi sudah barang tentu
selalu akan tumbuh lagi walupun sudah di cabut dengan sering.
Saya bukanlah manusia dengan banyak pahala. Saya manusia
biasa yang bernafsu, punya khilaf namun saya ingin doa saya semua dikabulkan,
saya manusia yang meminta semua keinginan saya terpenuhi. Memang saya sadar,
bagaimana Alloh akan mengabulkan bila saya saja masih banyak dosa.
Ah sudahlah. Semoga saja kita semua bisa menjadi manusia
yang baik. Dan dipantaskan menjadi manusi yang layak dikabulkan doanya amin.
No comments:
Post a Comment