Berbagi Itu Indah

Berbagi Itu Indah

Monday, April 25, 2016

SERBA SERBI KULIAH S2



Memang mengasikkan sekali bila kita mengenang masa lalu. Saat MTs mengenagn mas MI. ketika MA mengenang mas Mts, Ketika S1 mengenang mas MA, dan seterusnya. Begitulah sifat kita sebagai manusia. Akan benar-benar merasa kehilangan apabila kita sudah melawatkan waktu yang berlalu. Hal itu adalah sangat logis.
Serba serbi masa belajar memang akan membuat kangen. Bukan saat belajarnya namun saat sebelum, sesudah dan di sela-selanya. Kalau pas pelajaran di kelas mah ogah atuh. Serba-serbi itu kemudian oelh para penulis kadang dijual untuk merauk keuntungan. Tentunya kisah yang paling menariklah yang akan mendapat keuntungan. Maka dari itu rajin-rajinlah untuk membuat sejarah tentang serba-serbi masa belajarmu. Dengan sedikit kemampuan membuat deskripsi, narasi dan khayalan, pasti deh lo bakal beruntung. Namun itu hanya bisa dilakuakn bagi engkau yang sekarang sedang masa belajar. Bagi yang sudah kadaluarsa statusnya mending tidur aja sambil nginget-nginget masa lalu, siapa tau ngimpi.
Saya sendiri sekarang sedang menempuh S2 di IAIN Tulungagung. Bukan kebetulan saya sampai kuliah disini. Lawong saya disini daftar, mbayar juga melewatkan masa kuliah. Dan itu saya lakukan dengan sengaja. Walaupun memang ketika bercerita dengan orang lain, saya yang lulusan S1 pendidikan Matematika ini tidak nyangka bisa belok kanan mengambil master Ilmu Pendidikan Dasar Islam. Walaupun sama-sama basiknya pendidikan namun masyAlloh berbeda sangat materinya dan itu logis sekali.
Menjadi mahasiswa S2 memang penuh dengan suka duka. Selain harus mengatur waktu dengan kerja, harus pula menyesuaikan dengan kantong yang semakin lama tipis karena keseringan duduk di bangku kuliah. Yang paling menyebalkan adalah ketika sang dosen yang terhormat tidak masuk, tidak hadir ataupun tiba-tiba merubah jadwal. Namun saya yakin semua mahasiswa pasti pernah mengalami hal yang sama. Kejadian selanjutnya saya piker juga sama, maka sang dosen yang terhormatlah yang menjadi bahan pergunjingan.
Saya tidak pula memungkiri bahwa setiap dosen punya style masing-masing. Apapun style dosen, saya sebagai orang yang butuh beliau tidak pernah mempermasalahkan. Kadang-kadang saja sih sebel dengan karakter dosen namun saya kembalikan ke diri saya sendiri. Nanti kalau saya jadi dosen jangan-jangan saya di sebelin juga. Makanya saya berusaha tidak mempermasalahkan tingkah dosen manapun. apakah kalian semua percaya dengan saya? Jangan percaya, kalau percaya musrik kau…wkwkwkwk.

No comments:

Post a Comment