Memang mengasikkan sekali bila kita mengenang masa lalu. Saat
MTs mengenagn mas MI. ketika MA mengenang mas Mts, Ketika S1 mengenang mas MA,
dan seterusnya. Begitulah sifat kita sebagai manusia. Akan benar-benar merasa
kehilangan apabila kita sudah melawatkan waktu yang berlalu. Hal itu adalah
sangat logis.
Serba serbi masa belajar memang akan membuat kangen. Bukan saat
belajarnya namun saat sebelum, sesudah dan di sela-selanya. Kalau pas pelajaran
di kelas mah ogah atuh. Serba-serbi itu kemudian oelh para penulis kadang
dijual untuk merauk keuntungan. Tentunya kisah yang paling menariklah yang akan
mendapat keuntungan. Maka dari itu rajin-rajinlah untuk membuat sejarah tentang
serba-serbi masa belajarmu. Dengan sedikit kemampuan membuat deskripsi, narasi
dan khayalan, pasti deh lo bakal beruntung. Namun itu hanya bisa dilakuakn bagi
engkau yang sekarang sedang masa belajar. Bagi yang sudah kadaluarsa statusnya
mending tidur aja sambil nginget-nginget masa lalu, siapa tau ngimpi.
Saya sendiri sekarang sedang menempuh S2 di IAIN
Tulungagung. Bukan kebetulan saya sampai kuliah disini. Lawong saya disini
daftar, mbayar juga melewatkan masa kuliah. Dan itu saya lakukan dengan
sengaja. Walaupun memang ketika bercerita dengan orang lain, saya yang lulusan
S1 pendidikan Matematika ini tidak nyangka bisa belok kanan mengambil master
Ilmu Pendidikan Dasar Islam. Walaupun sama-sama basiknya pendidikan namun
masyAlloh berbeda sangat materinya dan itu logis sekali.
Menjadi mahasiswa S2 memang penuh dengan suka duka. Selain harus
mengatur waktu dengan kerja, harus pula menyesuaikan dengan kantong yang
semakin lama tipis karena keseringan duduk di bangku kuliah. Yang paling
menyebalkan adalah ketika sang dosen yang terhormat tidak masuk, tidak hadir
ataupun tiba-tiba merubah jadwal. Namun saya yakin semua mahasiswa pasti pernah
mengalami hal yang sama. Kejadian selanjutnya saya piker juga sama, maka sang
dosen yang terhormatlah yang menjadi bahan pergunjingan.
Saya tidak pula memungkiri bahwa setiap dosen punya style
masing-masing. Apapun style dosen, saya sebagai orang yang butuh beliau tidak
pernah mempermasalahkan. Kadang-kadang saja sih sebel dengan karakter dosen
namun saya kembalikan ke diri saya sendiri. Nanti kalau saya jadi dosen
jangan-jangan saya di sebelin juga. Makanya saya berusaha tidak
mempermasalahkan tingkah dosen manapun. apakah kalian semua percaya dengan
saya? Jangan percaya, kalau percaya musrik kau…wkwkwkwk.

No comments:
Post a Comment