Berbagi Itu Indah

Berbagi Itu Indah

Monday, August 8, 2016

egois dan cara mengatasinya



Egois mempunyai makna mementingkan diri sendiri. Menerut pendapat saya tidak ada salahnya orang bersifat egois. Egois dalam kadar tertentu memang di butuhkan sebagai upaya mempertahankan fitrah individu manusia. Namun dalam takaran social sifat egois seharusnya bisa diminimalisir. 

Sifat egois tidak selalu memikirkan kepentingan diri sendiri. Kadang sifat egois juga didasari rasa kekelompokan, kekeluargaan, dan kesamaan. Sama dengan naluri individual, sifat egois di kelompok social tertentu juga sebaiknya tidak terlalu dominan. Kalau hal itu terjadi yang ada adalah sifat ingin menguasai. 

Sifat egois akan menjadi masalah yang membahayakan bila sifat ini bersandingan dengan sifat amarah. Banyak kasus yang mengisahkan sifat egois menjadi sifat anarkis. Misalnya tawuran antar pelajar yang diakibatkan oleh ego masing-masing kelompok pelajar yang sama-sama besar ego. 

Seoang pimpinan yang egois akan suka memerintah bawahanya tanpa memikirkan rasa kemanusian. Guru yang egois akan memberatkan siswa dengan aturan yang untolelir. Polisi yang egois akan kehilangan rasa kemanusian saat berhadapan dengan masa yang brutal. Pekerja yang egois akan bekerja professional namun kaku dan tak masuk akal. Pelajar yang egois akan marah-marah saat tugas dinilai memberatkan, begitu juga dengan bawahan. Tentunya masih banyak contoh lain tentang dampak buruk egois.

Sifat egois tidak akan berdampak buruk bila di imbangi dengan pengendalian emosi. Berfikir bahwa akan selalu ada jalan keluar merupakan cara yang ampuh untuk mengurangi efek buruk egois.  

No comments:

Post a Comment